"Jika tidak segera berbenah diri dikhawatirkan Polri akan berbenturan dengan pemerintahan baru, yang nyata-nyata akan menggulirkan perubahan bagi bangsa ini," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 1/7).
Di saat yang sama, Neta juga berharap presiden baru nanti memprioritaskan perubahan signifikan di Polri. Sebab selama 15 tahun Reformasi Polri, jajaran Polri gagal melakukan perubahan kultural, sehingga mentalitas jajaran Polri sering dikeluhkan publik. Akibatnya, Polri selalu gagal memberi kepastian hukum bagi publik.
"Salah satu cara pemerintahan baru mendorong perubahan di Polri adalah mencari figur-figur yg berkomitmen dan berintegritas untuk ditempatkan di posisi elit kepolisian dan merekalah yang kemudian menjadi pionir untuk perubahan mental di Polri," jelas Neta.
Di usia ke-68 yang jatuh hari ini, Neta menilai Polri belum mampu mewujudkan dogma Tribratanya secara utuh. Ke 400.000 anggota Polri belum mampu mewujudkan karakter Polri yang diinginkan Tribrata. Tak heran dalam usianya yang sudah cukup tua, yakni 68 tahun, Polri masih kehilangan jati diri, kehilangan karakter, tidak mampu bersikap arif, kurang bijaksana, belum dewasa dan jauh dari sikap yang senantiasa mengayomi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: