Di masa kampanye ini, SBY meminta kompetitor Pilpres, dalam hal ini Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK, untuk selalu menjaga batas-batas kepatutan di dalam berkompetisi. Bagaimanapun, siapapun yang terpilih nanti akan menjadi pemimpin rakyat Indonesia.
"Oleh karena itu sungguh diharapkan tidak saling merusak, tidak saling menghancurkan karena beliau nanti harus memipin kita semua dengan penuh kewibawaan dengan penuh
respect dari seluruh rakyat Indonesia," kata Presiden SBY, saat menyampaikan sambutan pada buka puasa persama di Istana Presiden, sebagaimana dilansir situs
setkab.go.id (Senin, 30/6)
Dalam kesempatan, SBY juga meminta pimpinan dan jajaran TNI dan Polri benar-benar netral dan membantu penyelenggara pemilu untuk membebaskan Pilpres dari berbagai tindak intimidasi, kemungkinan penggunaan politik uang dan bahkan juga kekerasan di lapangan.
SBY kembali mengingatkan, perjalanan kehidupan poltik dan demokrasi di Indonesia sudah sangat panjang. Indonesia telah mengalami masa-masa yang sulit dan masa-masa yang gelap. Dan sejak Megawati jadi Presiden, dimulai konsolidasi pertama yang berlangsung dengan baik.
"Kemudian 10 tahun terakhir ini ketika saya memimpin Indonesia, konsolidasi Indonesia dilanjutkan dengan hasil yang juga baik. Tentu kita tidak berharap ada kemunduran , ada setback ada gangguan dari apa yang dengan susah payah kita bagun di negeri ini tercinta ini," demikian SBY.
[ysa]
BERITA TERKAIT: