Demikian disampaikan pengamat ekonomi politik, Nandang Solihin, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 30/6).
Menurut Nandang, sah-sah saja bila ketidakcocokan personal Jokowi-JK dikhawatirkan terjadi karena memang itu manusiawi. Dan juga memang sebagian orang memprediksikan begitu.
"Hanya masalah akan sangat luar biasa besar karena ini menyangkut nasib bangsa 250 juta manusia Indonesia untuk 5 tahun kedepan," ungkap Nandang.
Nandang menilai, dengan salah satunya pertimbangan debat cawapres Minggu malam tadi (29/6), JK tidak komplementer bahkan dibilang sangat tidak cocok sebagai cawapresnya Jokowi. JK lebih cocok sebagai capresnya dan Jokowi adalah cawapresnya.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: