Sementara media massa dan media sosial diimbau tidak menyiarkan montase foto itu di luar kepentingan memberikan informasi.
Hal ini disampaikan Prof. AS Hikam menyikapi montase foto terbaru Prabowo Subianto oleh pihak-pihak yang belum diketahui. Dalam montase itu Prabowo digambarkan menggunakan baju Hitler. Akun @ulinyusron yang menyebarkan montase foto ini menambahkan tulisan: “Si Fasis, Penculik, Pemberang #PraharaBocorâ€.
“Pelecehan terhadap capres nomor 1 Prabowo Subianto (PS) yang dilakukan orang-orang melalui permainan foto dan/atau gambar jelas tak bisa dibenarkan dan tidak boleh dibiarkan. Pihak Bawaslu dan Kepolisian seharusnya bertindak,†tulis Hikam di halaman
Facebook.
“Saya menganggap manipulasi gambar PS sudah termasuk pelecehan serius bahkan bisa dikatakan ada niatan penyebaran kebencian terhadap mantan jenderal itu,†sambung Hikam.
Dia mengatakan, mungkin Prabowo tidak merasa tersinggung dengan montase foto itu, atau bahkan cuek dan menganggapnya sebagai bagian dari resiko dalam kompetisi politik. Namun bagi Hikam, hal itu tetap harus dihentikan dan kalau perlu dibawa ke ranah hukum.
“Saya tidak sepakat jika pelecehan seperti itu dimasukkan dalam kategori kebebasan berekspressi. Bagaimanapun, refrensi terhadap Hitler yang dikenal sebagai pemimpin fasisme Jerman itu sangat tidak pada tempatnya,†demikian Hikam.
[dem]
BERITA TERKAIT: