Tuduhan itu pun, kata Ketua DPP Gerindra Asrian Mirza, sangat sederhana, dan tidak pantas dilakukan oleh kelompok yang mengaku sebagai intelektual. Tuduhan itu hanya berdasar pada foto Fadli Zon yang berada di kuburan Karl Marx. Dengan foto yang disebarkan pihak yang tak bertanggungjawab itu lalu secara mudah disimpulkan bahwa Fadli sebagai pengikut Karl Marx, yang juga salah seorang sosoiolog kenamaan asal Jerman.
"Malu saya membaca komentar yang mengaku tokoh dari pihak Jokowi-JK. Orang foto di samping makam tokoh tertentu dikatakan pemujanya. Sangat tidak cerdas! Coba bayangkan kalau ada tokoh foto di samping makam Doly di Malang. Maka dikomentarilah pemuja atau Pengikut Doly sang germo yang populer dikalangan hidung belang itu," kata Asrian yang juga Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 27/6).
Asrian, yang juga sahabat Fadli Zon, mengingatkan bahwa Fadli Zon, selain politisi, juga intelektual dan budayawan. Karena itu, Fadli, bila datang ke beberapa daerah di dunia, selalu berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, tak terkecuali ke makam tokoh-tokoh ternama dan terkenal seperti Karl Marx.
"Jadi bukan hanya Karl Max. Kita pernah foto di makam John F Kennedy, Abraham Lincoln, Martin Luther King, Tito, Diponegoro, Bethoven, Mozart, Jenderal Sudirman, Bung Karno, Pak Harto. Dan bahkan makam para syuhada pejuang Bosnia dan banyak lagi. Jadi hal yang biasa dia lakukan," kata Asrian, yang dalam beberapa kesempatan selalu mendampingi sang sahabat bila bepergian.
[ysa]
BERITA TERKAIT: