Menurut Dino, kualitas produk produk UKM tidak kalah dengan produk produk dari negara ASEAN lainnya. Ia lantas mencontohkan tas milik istrinya yang kerap dikira bermerek Louis Vitton. Padahal, itu hasil kerajinan tangan pengrajin di daerah Jawa Barat.
"Saya yakin produk-produk kerajinan ini bisa menjadi raja dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN," kata Dino dalam keterangannya, Kamis (26/6).
Menurut Dino, yang perlu diperbaiki adalah soal pemasaran. Ia menyarankan, agar produk produk pengrajin Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) sering mengikuti pameran di dalam dan luar negeri. Produk UKM diminta Dino untuk juga mengikuti trend dan mode yang sedang berkembang.
Ia pun menyambut positif pameran Interior & Craft yang dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar kemarin (25/6). Pameran yang akan berakhir pada Minggu (29/6) tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI).
Pameran tersebut, lanjut Dino, dapat mengenalkan dan memasarkan produk produk UKM dari berbagai daerah di seluruh Indoneaia.
[rus]
BERITA TERKAIT: