Anies Baswedan Ajak Relawan Makin Giat Bekerja Meski Sudah Unggul di Survei

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 19 Juni 2014, 12:10 WIB
Anies Baswedan Ajak Relawan Makin Giat Bekerja Meski Sudah Unggul di Survei
anies basweadn/net
rmol news logo . Hingga saat ini, posisi Jokowi-JK masih berada di atas Prabowo-Hatta. Hal ini sebagaimana terekam dari hasil survei berbagai lembaga.

Paling tidak, ada tujuh lembaga survei yang merekam pilihan publik, dan menemukan fakta bahwa Jokowi-JK selalu unggul dengan selisih antara 7 persen sampai 17 persen. Lembaga survei itu adalah Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Populi Center, Cyrus Networks, Alvara Research Center (ARC), Pol Tracking Institute, Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG) dan Indo Barometer.

Sementara itu, ada dua lembaga survei lainnya yang hasilnya Prabowo-Hatta mengungguli Jokowi-JK. Kedua lembaga itu adalah Lembaga Survei Nasional (LSN) dan Pusat Data Bersatu (PDB).

Atas hasil survei mayoritas lembaga ini, Jurubicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, mengajak seluruh relawan untuk tidak cepat puas diri. Hasil survei malah harus dijadikan sebagai pemacu semangat untuk lebih giat lagi mendatangi pemilih.

"Momentum kemenangan Jokowi-JK telah tiba. Namun semua harus bekerja keras sehingga dapat menang secara signifikan sebagai antisipasi berbagai kecurangan yang kemungkinan besar terjadi. Semua harus terlibat untuk menggalang pemilih dan mengawasi Tempat Pemungutan Suara," kata Anies Baswedan beberapa saat lalu (Kamis, 19/6).

Menurut Anies, hasil survei yang sebagian besar memberikan keunggulan pada Jokowi tersebut mencerminkan bahwa gagasan yang ditawarkan Jokowi sebagai pemimpin yang merakyat dan berpengalaman, tidak hanya diterima publik, tetapi juga mendorong partisipasi relawan yang sangat besar. Anies pun menegaskan, gagasan bisa saja ditiru tapi karakter tidak bisa diduplikasi. Sementara kekuatan pasangan Jokowi-JK adalah pada karakternya.

Anies menambahkan, Indonesia memerlukan pemimpin baru yang berkarakter cepat, tangkas, tegas dan berani. Sebab selama ini banyak ide-ide kebijakan yang baik tapi mampet karena di level implementasi tidak ada kepemimpinan yang cepat, tangkas, tegas dan berani.

"Ketegasan Jokowi-JK itu diiringi dengan pemahaman atas masalah. Mereka bukan asal tegas, asal memutuskan. Mereka menguasa masalah, tahu solusi karena itu mereka berani dan selalu tegas sebagaimana dibuktikan saat mereka memimpin selama ini," demikian Anies. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA