"Dukungan ini sebuah langkah redundant bagi elite Demokrat yang tak menguntungkan bagi partainya, dan takkan bisa membawa efek ke Prabowo Hatta," kata Jurubicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Poempida Hidayatullah, beberapa saat lalu (Kamis, 19/6).
Poempida pun awalnya mengapresiasi sikap netral Ketua Umum Demokrat, SBY. Sikap ini memang penting agar Pilpres jangan diwarnai ketidakjujuran akibat keberpihakan kekuasaan.
"Tapi dengan pernyataan baru Fraksi PD, bisa jadi dianggap permainan dua kaki yang ke publik seakan-akan netral," ungkap Poempida yang sebenarnya tak mau mencampuri urusan rumah tangga partai lain.
Namun Poempida memastikan, pihaknya tidak terlalu khawatir atas dukungan elite Demokrat kepada pasangan Prabowo-Hatta. Sebab, jika mengacu pada hasil survei, mayoritas pemilih Demokrat mengarahkan dukungannya ke Jokowi-JK.
Berdasar hasil survei terbaru Indo Barometer, meskipun beberapa elite Demokrat mendukung pasangan Prabowo-Hatta, tetapi mayoritas pemilih Demokrat justru akan memilih pasangan Jokowi-JK. Dalam survei itu ditemukan fakta bahwa pemilih Demokrat yang mendukung Jokowi-JK sebanyak 47,6 persen, sementara yang mendukung Prabowo-Hatta hanya 36,6 persen saja.
[ysa]
BERITA TERKAIT: