Puan Maharani Dipastikan All Out Dukung Jokowi-JK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 18 Juni 2014, 13:58 WIB
Puan Maharani Dipastikan <i>All Out</i> Dukung Jokowi-JK
puan maharani/net
rmol news logo . PDI Perjuangan mencium upaya memecahbelah dari pihak lain. Salah satu modus memecahbelah PDI Perjuangan itu misalnya menyebut dukungan Puan Maharani kepada Jokowi masih setengah hati. Puan juga disebutkan tidak maksimal memenangkan Jokowi-JK dalam pilpres.

Terkait hal ini, Jurubicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa Puan Maharani memimpin Badan Pemenangan Presiden. Dalam beberapa hari terakhir ini, Puan pun keliling di Indonesia Timur untuk memenangkan Jokowi-JK, untuk kemudian pada putaran akhir fokus di daerah basis.

"Kebijakan-kebijakan strategis untuk kemenangan Jokowi juga sering dibahas bersama dengan Mbak Puan.  Jadi tuduhanWawan Fahrudin sama sekali tidak benar," kata Hasto, beberapa saat lalu (Rabu, 18/6).

Wawan yang disebut Hasto di atas adalah pengamat politik yang juga Managing Director Neo Pollster Indonesia. Wawan mengingatkan Megawati Soekarnoputri agar mengambil sikap tegas menyikapi aroma kubu pendukung Puan Maharani yang  tidak sepenuh hati menyokong pasangan Jokowi-Jusuf Kalla karena masih kecewa Puan gagal diusung menjadi cawapres.

Hasto menegaskan, dari hasil survei yang dilakukan, dukungan internal PDIP terhadap Jokowi-JK berkisar antara 79 persen hingga 84 persen. Ini merupakan suatu dukungan terbesar dibandingkan dukungan Gerindra terhadap Prabowo sendiri.

"Lebih-lebih setelah Ibu Megawati menggembleng kader-kadernya di Sumut, Jabar, Jatim, Jateng, dan daerah basis lainnya. Dipastikan dukungan tersebut menjadi pergerakan partai bersama relawan untuk mengamankan teritorial dengan gerakan door to door," ujarnya.

Hasto menyatakan, serangan Wawan tersebut menjadi bagian dari konsekuensi yang harus diterima karena moncernya penampilan Jokowi pada debat II,  dimana dukungan ke Jokowi di sosial media lima kali lipat dibandingkan Prabowo, sehingga serangan yang diterima Jokowi memang semakin tajam.  Lebih-lebih ketika elektabilitas Jokowi-JK sudah mencapai 52,5 persen.

"Maka jurus yang dimainkan Kaum Sana pun tunggal, yakni bagaimana menurunkan elektabilitas Jokowi. Setelah proyek Obor Rakyat mendapatkan tentangan yang masif, kini beredar spanduk gelap di DKI, dan terakhir adalah memecah belah internal pendukung Jokowi," demikian Hasto. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA