Modal Besar Jokowi-JK Adalah Relawan yang Tak Berbayar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 18 Juni 2014, 07:39 WIB
Modal Besar Jokowi-JK Adalah Relawan yang Tak Berbayar
anies baswedan/net
rmol news logo . Relawan Jokowi-JK yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan fenomena baru dalam politik Indonesia Indonesia. Sebab selain jumlah mereka mencapai ratusan ribu, mereka juga datang dari berbagai latar belakang profesi dan pekerjaan, yang bahkan bahkan bersedia meninggalkan pekerjaannya untuk sementara demi membantu proses pemenangan Jokowi-JK.

"Kekuatan relawan sangat penting dalam perjalanan Jokowi-JK. Relawan-relawan ini bukan bayaran. Mereka tak dibayar bukan karena tak bernilai, tapi karena tak ternilai dengan uang," kata Jurubicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Anies Baswedan, Selam malam (17/6).

Menurut Anis, bangsa Indonesia dibangun dengan semangat kerelawanan. Karena itulah, kerelawanan ini memang perlu didorong, dan dalam konteks ini harus ada satu semangat sama yang menyatukan kerelawanan itu. Menariknya, semangat ini bisa muncul ketika Jokowi-JK muncul sebagai calon pemimpin Indonesia.

Anies menyatakan para relawan bersedia membantu karena memiliki kepercayaan pada kedua sosok itu. Mereka mampu melihat gambaran dirinya sendiri yang tulus pada Jokowi-JK. Sekaligus melihat bahwa kedua orang baik itu akan kalah apabila tak dibela oleh masyarakat awam seperti mereka sendiri.

"Ini era kebangkitan politik baru, dimana masyarakat non parpol mau terlibat di dalam proses politik. Jadi dia tak mau lagi sekedar menjadi pemilih, namun harus terlibat dan bergerak memperjuangkannya," jelasnya.

Anies menyebutkan bahwa tantangan yang dihadapi relawan Jokowi-JK bukanlah hal kecil. Di berbagai tempat terjadi banyak serangan fisik. Di Cengkareng, Jakarta, kendaraan para relawan dirusak oleh massa tak bertanggung jawab. Di Yogyakarta, rumah relawan Jokowi-JK diserang dengan mengatasnamakan isu SARA.

"Bila relawan dibegitukan mereka akan semakin yakin bahwa yang mereka bantu ini (Jokowi-JK) adalah benar-benar orang baik. Relawan semakin yakin bila tak dibantu, pasangan ini bisa gagal. Pengalaman negatif itu justru makin membuka mata mereka, bahwa apa yang mereka lakukan adalah pekerjaan yang baik," ungkap Anies.

Dia juga memastikan bahwa para relawan Jokowi-JK sepenuhnya menyadari perjuangan ini bukan hanya sekedar mengkampanyekan pasangan itu. Namun juga memastikan pengawasan atas proses pemilu berlangsung yang harus jujur dan adil.
 
"Relawan harus terpanggil untuk bekerja mengawasi dan memastikan suara aman. Kerja kita harus tuntas, termasuk mengawasi agar suara tak dicurangi," tandasnya. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA