"Jokowi mengedepankan pendekatan sistem yang langsung menyentuh ke rakyat. Pemimpin rakyat harus turun di tengah rakyat. Itulah Jokowi," kata Jurubicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, beberapa saat lalu (Selasa, 17/6).
Karena itu, Hasto menepis tudingan bahwa cara berpikir Jokowi masih level kepala daerah karena masih jualan kartu Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar, seperti halnya menerapkan Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar di DKI Jakarta. Jokowi justru memiliki nilai lebih dengan pengalaman sebagai kepala daerah.
"Pengalaman Jokowi sebagai wali kota di Solo atau Gubernur di DKI adalah jalan perubahan pemimpin yang berpengalaman seperti terjadi dalam sosok Ahmadinejad di Iran atau Bill Clinton," ungkap Hasto.
Dalam kesempatan ini, Hasto juga menyoroti pernyataan Prabowo tentang angka kebocoran negara yang melebihi angka Rp 1.000 triliun dalam. Ia menganggap Prabowo sengaja menyodorkan angka-angka yang kesannya bombastis dan melebih-lebihkan.
"Debat capres yang kedua memang masih menyisakan berbagai kontroversi terkait dengan angka-angka bombastis yang dipakai Prabowo," ungkap Hasto, sambil mengatakan, ternyata
mark-up kebocoran anggaran yang bahkan disebutkan sampai Rp 7.200 triliun itu juga dibantah oleh KPK.
[ysa]
BERITA TERKAIT: