"Tidak ada yang istimewa. Jika saya ingin melakukan pertemuan spesial dengan petinggi Polri tentulah saya tidak akan memilih tempat disitu. Saya lima belas tahun menjadi anggota DPR, tentu saya bukan politisi kemarin sore," kata dia kepada wartawan tadi malam (Rabu, 11/6).
Trimedya membenarkan Budi Gunawan datang bersama dua temannya. Dia mengatakan sudah lama mengenal Budi Gunawan tetapi tidak mengenal dua orang itu. Trimedya mengaku pertemuan dengan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri saat menjabat Presiden RI ke-5 itu tidak direncanakan sebelumnya.
Trimedya mengatakan kedatangannya di warung tersebut untuk bertemu dengan pengurus paduan suara gereja, dimana dirinya menjadi pembina. Menurut Trimedya, awalnya pertemuan direncanakan dilakukan pada Jumat, namun diundur sehari kemudian karena ada kesibukan mengikuti perpisahan sekolah anak keduanya.
"Ada dua agenda para pengurus paduan suara bertemu saya. Pertama mau mengucapkan selamat ulang tahun pada saya, yang kedua kebetulan paduan suara saya diundang Kanwil Kementerian Agama DKI untuk ikut dalam festival paduan suara antar gereja se DKI yang didadakan Oktober nanti. Mereka delapan, sepuluh orang," papar dia.
Dikatakan lebih lanjut oleh Trimedya, dirinya datang terlambat dari waktu rapat yang telah ditentukan, yaitu pukul 19.00 akibat terjebak macet. Di sela membahas persoalan paduan suara, Trimedya kaget melihat Budi Gunawan bersama dua rekannya datang sekitar pukul 22.00.
"Saya tanya 'mas mau ngapain mas? tumben ke daerah sini". Dijawab 'iya mas, saya abis lembur mas'. Beliau bersama dua orang, saya tidak tahu dua orang temannya itu," katanya.
Setelah saling sapa, menurut Trimedya, Budi Gunawan bersama dua temannya duduk di meja berbeda, dan dirinya melanjutkan rapat bersama pengurus paduan suara. Namun setelah itu, Trimedya mengaku menghampir Budi Gunawan, beberapa saat sebelum rapat selesai.
"Saya meniup lilin, kemudian sebagian dari kue ulang tahun itu saya berikan kepada Budi Gunawan dan dua orang temannya. Kemudian kami bicara sedikit. Saya menanyakan beberapa hal termasuk saya ada pergantian kapolda. Kemudian karena handphone saya baru, banyak nomor yang hilang, saya tanya Pak budi, 'mas kapolda ini berapa nomornya mas', itu yang ada fotonya," katanya.
Trimedya juga tak membantah bertemu Komisioner KPU Hadar Gumay di tempat yang sama.Tapi, menurut dia, pertemuannya dengan Hadar juga terjadi tanpa disengaja.
"Saya lihat Pak Hadar mau keluar, saya sapa. Kemudian saya bilang ke beliau jaga pilpres agar tidak terjadi seperti pemilu legislatif. Saya katakan sudah banyak anak buah Pak Hadar di daerah yang dihukum DKP," demikian Trimedya.
Ketua Umum FSP BUMN Bersatu FX Arief Poyuono mengaku sempat melihat pertemuan antara Trimedya dan Budi Gunawan itu. Arief bahkan sempat mengabadikan momen tersebut melalui kamera ponsel miliknya. Pengakuan Arief dan foto yang disebarkannya sampai sekarang masih ramai jadi pembicaraan.
[dem]
BERITA TERKAIT: