"Lalu lintas dan angkutan jalan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, selain sebagai sarana untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," kata Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan kepada redaksi (Rabu, 11/6).
Menurut Edison, kita sangat membutuhkan presiden dan wakil presiden yang peduli terhadap masalah-masalah lalu lintas dan angkutan jalan. Saat ini transportasi telah menjadi pendukung aktivitas warga. Bahkan dalam kerangka ekonomi makro, transportasi menjadi tulang punggung perekonomian baik di tingkat nasional maupun regional.
Edison juga mengingatkan saat ini kemacetan di kota-kota besar terutama Jakarta sudah dalam katagori gawat darurat. Oleh karenanya sangat disayangkan jika kondisi ini tidak mendapat respon yang besar dari kedua pasangan capres dan cawapres yang sedang berlaga.
"Tidak mungkin ada upaya membangun sistem lalu lintas yang menciptakan situasi dan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, jika pengambil kebijakan tidak peduli terhadap masalah-masalah lalu lintas," tegas Edison.
Menurutnya, saat ini kondisi lalu lintas sudah dalam kondisi gawat darurat. Kecelakaan dan kemacetan sudah menjadi momok menakutkan, bahkan telah membunuh kreativitas dan produktivitas masyarakat. Jika kondisi lalu lintas tidak segera diperbaiki, maka akan sulit mewujudkan kesejahteraan rakyat.
"Pilih Presiden dan Wakil Presiden yang memberikan perhatian dan niat untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib dan lancar (Kamseltibcar). Ingat, lalu lintas adalah cermin budaya sebuah bangsa," demikian Edison.
[dem]
BERITA TERKAIT: