Netralitas Presiden SBY ini pun mendapat acungan jempol dari PDI Perjuangan. Sikap SBY pada TNI dan Polri ini bisa dikatakan mengikuti langkah Presiden Megawati Soekarnoputri yang sangat menjaga netralitas aparat negara pada Pemilu dan Pilpres 2004.
"Kita memuji ada alasan, mengkritik juga ada alasan. Dalam hal netralitas ini, kita apresiasi sikap SBY," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, Kamis malam (5/6).
Maruarar pun mengapresiasi langkah SBY sebagai Ketua Umum Demokrat, yang juga mengambil jalan netral. Apalagi sikap netral SBY ini terlihat dari cara dia membiarkan peserta Konvensi Demokrat dan juga kader-kader Demokrat untuk mendukung Jokowi-JK. Misalnya ada Menteri BUMN Dahlan Iskan, cendekiawan Anies Baswedan dan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang.
Bilapun pada akhirnya SBY menentukan sikap di saat 9 Juli kian dekat, kata Ara, biasa Maruarar disapa, PDI Perjuangan tetap akan menghargai sikap SBY. Apapun sikap SBY yang akan diambil itu.
Ara yakin, SBY sudah memahami
track record dan semua karekter dua pasangan capres-cawapres itu. SBY pasti memahami karakter Prabowo, kinerja Hatta dan JK, juga prestasi Jokowi sebagai Walikota dan Jakarta, yang memang selama ini berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
"Untuk Mas Jokowi sendiri, sudah terbukti berhasil memimpin Solo, hingga dua kali terpilih, dan akhirnya dipercaya menjadi Gubernur Jakarta dan program-programnya cukup sukses dalam satu setengah tahun ini," demikian Ara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: