
. Komitmen PD Pasar Jaya menggratiskan Pasar Senen Blok VI mulai dipertanyakan. Sebab PD Pasar Jaya terkesan menolak program pembangunan gratis Pasar Senen Blok VI dari Gubernur DKI Jakarta, dan hingga saat ini tidak ada tanda-tanda PD Pasar Jaya akan membangun pasar tersebut.
"Terkesan menolak namun tidak berani terus terang. Itu namanya melawan perintah atasan," kata anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrat, Ahmad Hussen Alayidrus, beberapa saat lalu (Jumat, 30/5).
Hussein menduga PD Pasar Jaya mengunakan siasat teror kepada para pedagang. Semua pedagang eksisting Pasar Senen blok VI, tidak akan diberi Sertifikat Hak Pemakaian Tempat Usaha (SHPTU) bilamana tempat usaha gratis.
"Ini membuat sebagian pedagang takut dan menolak program gratis. Terkesan PD Pasar Jaya akan membenturkan Gubernur dengan pedagang Pasar Senen blok VI," ujarnya.
Alayidrus pun mengingatkan PD Pasar Jaya untuk berlaku berbeda pada pedagang Pasar Senen dengan pedagang Pasar Tanah Abang blok G. Sebab pedagang pasar Tanah Abang Blok G memang gratis dan pedagang tidak mendapat SHPTU. Namun, pedagang itu bukan pedagang eksisting PD Pasar jaya.
"Mereka para pedagang eks kaki lima yang bukan binaan Pasar Jaya," ujarnya.
Terkait alasan PD Pasar Jaya jika tempat usaha diberikan gratis dan pedagang mendapat SHPTU, dikhawatirkan tempat usaha tersebut akan diperjual belikan, Alayidrus menilai hal itu masih bisa dicari solusinya.
"Misalnya para pedagang bisa diwajibkan membuat pernyataan tidak akan menjual. Jadi hal seperti itu bisa saja dicarikan jalan keluarnya, inikan hanya masalah ada itikad baik atau tidak dari PD Pasar," demikia Alayidrus.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: