Hal itu diputuskan setelah pencarian bawah laut menggunakan kapal tak berawak Bluefin-21 di Samudera Hindia selesai dilakukan kemarin (Rabu, 28/5).
Namun operasi pencarian yang menelan biaya sebesar 40 ribu dolar AS per hari itu tidak membuahkan hasil yang signifikan.
Tim pencari gabungan sejumlah negara kemudian memutuskan untuk menunda pencarian demi bersiap mengerahkan peralatan berteknologi tinggi lainnya.
Namun pejabat Australia seperti dilansir
CNN menyebut bahwa hanya segelintir perusahaan yang memiliki perangkat teknologi canggih untuk membantu pencarian. Karena itu ia menyebut bahwa untuk fase pencarian berikutnya diharapkan ada kontraktor swasta tunggal yang dapat memimpin pencarian.
Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu setdaknya dua bulan untuk memulai kembali operasi.
Fase pencarian berikutnya akan menjelajahi wilayah perairan yang luasnya 60 ribu kilometer persegi dan diprediksi menelan biaya sebesar 60 juta dolar AS.
Namun pihak Australia belum menjelaskan lebih lanjut mengenai siapa yang akan mendanai proses pencarian fase brikutnya tersebut.
[mel]