Anies Baswedan yang kalah dalam Konvensi Partai Demokrat memutuskan mendukung capres dari PDI Perjuangan Jokowi Widodo yang berpasangan dengan mantan ketua umum Partai Golkar, Jusuf Kalla.
Dukungan untuk duet Jokowi-JK itu menurut Anies Baswedan dalam keterangan yang dikirimkannya beberapa waktu lalu adalah sebuah ikhtiar turun tangan ikut mendorong orang baik mengelola pemerintahan.
Setelah Anies mendukung Jokowi, ia dihujani kritik yang disebarkan di berbagai jejaring media sosial. Pasalnya, Anies Baswedan pernah mengkritik dengan keras gaya blusukan ala Jokowi dalam memimpin Jakarta.
Blusukan Jokowi itu, sebut Anies seperti dimuat di salah satu media massa berbasis internet beberapa waktu lalu, merupakan pencitraan yang hanya sekadar mendengarkan keluhan masyarakat tanpa memberikan solusi.
"Saya gak mau pencitraan dengan blusukan. Bukan cuma mendengarkan tapi mengajak berubah. Blusukan itu hanya nonton masyarakat. Hanya hadir lalu kesannya sudah melakukan," kata Anies akhir tahun lalu.
Keputusan Anies Baswedan mendukung Jokowi setelah Gubernur DKI Jakarta itu dipastikan melenggang ke arena pilpres dinilai tidak konsisten terhadap penilaian Anies Baswedan terhadap Jokowi sebelum itu. Dia pun diduga sekadar menumpang angin kemenangan dan bertendsi mendapatkan buah dari keberhasilan Jokowi.
"Anies kok menjilat ludah sendiri," demikian pesan terpancar seorang aktivis diikuti link berita pernyata Anies mengecam blusukan Jokowi.
[dem]
BERITA TERKAIT: