Demikian disampaikan Ketua DPP Hanura, Saleh Husin, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 21/5). Pernyataan Saleh ini berdasarkan keterangan dari Wiranto, yang sudah berbincang dengan Hary Tanoe pada Selasa siang kemarin (20/5).
Menurut Wiranto, kata Saleh, Hary Tanoe mempunyai posisi yang sangat berbeda; di satu sisi sebagai pengusaha dan di sisi lain sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura. Sebagai pengusaha, Hary Tanoe memiliki banyak sahabat yang sering bertemu, dan dalam momentum Pilpres 2014 ini para sahabatnya itu meminta dukungan dalam pencapresan, baik untuk Joko Widodo maupun untuk Prabowo.
Karena hubungan yang sangat baik dengan para sahabat itu, sebagai pengusaha, Hary Tanoe pun menyanggupi terhadap kedua pihak sahabat yang berbeda itu untuk dapat memberikan bantuan dalam rangka melaksanakan misi politik yang diemban keduanya. Namun, sebagai bagian Partai Hanura yang telah memberikan komitmen penuh untuk mendukung Jokowi-JK, dukungan Hary terhadap terhadap dua sahabat yang berlainan itu tak mungkin dilakukan karena itu akan merusak reputasi Partai Hanura.
Dengan mengundurkan diri secara elegan, lanjut Wiranto, sebagaimana disampaikan Saleh, kewajiban Hary Tanoe untuk membantu para sahabat, sebagai seorang pengusaha, yang memang banyak sahabat tersebut dapat dilaksanakan dan sama sekali terlepas dari keterkaitan dengan Partai Hanura dan posisinya sebagai bagian dari Partai Hanura.
[ysa]
BERITA TERKAIT: