Demokrat Lebih Bermartabat Bila Pimpin Oposisi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 19 Mei 2014, 12:02 WIB
Demokrat Lebih Bermartabat Bila Pimpin Oposisi
sby/net
rmol news logo . Bila akhirnya Demokrat memilih berlabuh bersama Golkar dengan menduetkan pasangan Aburizal Bakrie- Pramono Edhi Wibowo atau memilih berghabung dengan kubu Prabowo, maka persepsi masyarakat terhadap Demokrat akan semakin negatif.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga pengajar program pascasarjana Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro, Ari Junaedi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 19/5).

"Publik akan membaca SBY terlalu memaksakan majunya adik ipar sendiri padahal pemenang konvensi adalah Dahlan Iskan. Sebaliknya jika SBY memutuskan berkoalisi dengan Gerindra, maka seirama sepenarian dengan partai besannya yakni PAN," kata Ari.

Menurut Ari, akan lebih bermartabat dan harum namanya jika SBY memutuskan Demokrat berdiri memimpin oposisi di pemerintahan selanjutnya.

"Tentu dengan pengalaman Demokrat memerintah selama dua dekade bisa memberikan kritik dan saran perbaikan untuk program-program pemerintahan yang baru,"tukas Ari Junaedi yang juga dosen S2 Komunikasi Politik di UPI YAI Jakarta dan Universitas Dr Soetomo Surabaya ini. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA