Dalam kasus Demokrat misalnya, hingga saat ini belum ada keputusan final. Sikap mau netral baru sebatas angket dari kader, namun arah koalisi sesungguhnya akan ditentukan SBY pada tanggal 20 Mei besok. Sementara Golkar, yang memberi mandat penuh kepada Aburizal Bakrie, juga pasti akan berbuha bila ada arah yang lebih jelas.
Pun demikian dengan Jokowi. Ada yang percaya, bila Jokowi akhirnya terbawa atau terseret dalam kasus TransJakarta yang kini ditangani Kejaksaan Agung, bisa jadi koalisi dengan poros PDI Perjuangan akan bubar. PDI Perjuangan bisa saja mengganti capresnya.
Mekanisme mengganti capres ini sudah diatur. Capres dan cawapres dapat diganti jika berhalangan tetap, seperti meninggal dunia, terkena vonis pidana inkracht dan/ atau mengundurkan diri.
Namun bila akhirnya PDI Perjuangan mengganti capres sebagaimana dugaan sementara orang, belum tentu juga PKB, Partai Nasdem, dan Hanura masih mau bergabung dengan PDIP. Sebab mereka bergabung dengan PDIP karena faktor Jokowi-nya, dan bukan karena faktor yang lain.
Dan bila dugaan ini benar-benar terjadi, peta politik bisa berubah dratis dan benar-benar penuh kejutan bagi siapa pun.
[ysa]
BERITA TERKAIT: