Mungkinkah SBY Keluarkan Perppu Agar Demokrat Bisa Usung Capres Sendiri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 17 Mei 2014, 09:07 WIB
<i>Mungkinkah SBY Keluarkan Perppu Agar Demokrat Bisa Usung Capres Sendiri</i>
SBY/net
rmol news logo . Ketua Umum Demokrat, SBY, belum berhasil membentuk poros baru. Tawaran kepada Golkar agar mengusung Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan cawapres dari Demokrat belum juga menemukan titik temu.

Golkar sendiri, melalui Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie terus menjalin komunikasi dengan PDI Perjuangan. Di saat yang sama, hampir bisa dipastikan, Partai Hanura, yang sebelumnya disebut-sebut akan bergabung dalam poros baru, akhirnya akan merapat ke Jokowi.

Di tengah situasi seperti ini, kabarnya, SBY, yang juga Presiden RI itu, sedang menyusun rencana dan strategi lain. Strategi ini dibuat untuk menyelamatkan Demokrat dari kesendirian, dan juga dibikin agar Demokrat bisa mengusung capres sendiri.

Strateginya, SBY mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Perppu ini dikeluarkan untuk membatalkan UU Pemilu yang memuat aturan tentang presidential threshold (PT). Dengan cara ini, maka semua partai bisa mengajukan capres masing-masing.

Dasar Perppu ini adalah putusan MK yang membatalkan PT. Putusan MK ini, yang sejatinya akan dilaksanakan pada Pemilu 2019, akan ditarik menjadi pijakan SBY untuk dilaksanakan pada Pemilu 2014. Apalagi, sebagaimana disampaikan beberapa pakar tatanegara, putusan MK ini aneh dan ganjil bila mengatakan PT itu inkonstitusional tapi tetap dilakukan pada Pilpres kali ini.

Dengan strategi ini, Demokrat bisa mengajukan capres sendiri. Dan semua partai pun diharapkan banyak yang setuju sebab koalisi saat ini terbangun dengan poros-poros yang ada saat ini sangat kaku dan ibarat kawin paksa.

Namun dikabarkan juga, SBY masih berpikir apakah melanjutkan rencana ini atau tidak. Sebab bila gagal, tentu saja nama SBY akan semakin buruk dan dicap sangat haus kekuasaan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA