"Dan selaku Ketum dan Capres Partai Golkar, Pak ARB taat kepada keputusan organisasi," kata Wasekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 13/5).
Pernyataan Lalu Mara ini terkait informasi dari Denny JA bahwa Golkar dan ARB sudah merapat ke Jokowi. Kata Denny JA, sikap Golkar dan ARB ini akan diputuskan sesuai dengan mekanisme partai.
Lalu Mara menegaskan bahwa selama ini, ARB selalu terbuka menjelaskan komunikasi politik yang sudah dilakukan dengan partai manapun. ARB menjelaskan secara terbuka kepada internal, baik kepada DPD satu provinsi, pimpinan Ormas dan Rapat pleno harian.
Lalu pun menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan ARB, suara Golkar meningkat dibandingkan dengan tahun 2009. Bila dihitung secara persentase, memang suara Golkar tetap 14 persen. Namun bila dihitung dalam perolehan suara, saat ini Golkar dipilih oleh 19,5 juta lebih pemilih, sementara pileg 2009 dipilih oleh sekitar 14 juta pemilih.
"Kan meningkat. Bahwa kursi pada pileg pada 2009 lebih banyak iya, artinya cara menghitungnya itu lebih baik pada pileg yang lalu ketimbang sekarang. Meski suara meningkat 36 persen, tapi dengan cara menghitung seperti saat ini perolehan kursi menurun," ungkap Lalu Mara.
Dengan demikian, lanjut Lalu Mara, bila dilihat capaian suara, atau
popular vote, suara Golkar naik 36 persen. Namun fakta bahwa peningkatan suara itu tidak paralel dengan peroleh kursi itu juga benar.
"Artinya, saat menyusun UU Pemilu masalah cara perhitungan suara itu luput dari perhatian kader-kader partai Golkar di DPR," demikian Lalu Mara.
[ysa]
BERITA TERKAIT: