"Sungguh, itu suatu pernyataan menyesatkan yang hanya mungkin keluar dari mulut intelektual gadungan," kata Deklarator Aliansi Rakyat Merdeka untuk Mendukung Jokowi, Moh Jumhur Hidayat, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 13/5).
Jokowi sendiri telah membuat pernyataan di salah satu televisi beberpa minggu sebelum tulisannya di
Kompas tentang makna Revolusi Mental walau hanya sekilas. Inti dari pernyataan itu adalah bahwa Bangsa Indonesia harus berpikir positif dan mampu menjadi bangsa yang besar karena memang punya semua syarat untuk itu. Karena itu harus optimis dan membuang jauh pesimisme.
"Menurut hemat saya, kosa kata "Revolusi Mental" sudah menjadi kosa kata umum yang dipakai banyak intelektual. Namun menjadi begitu penting ketika diucapkan Jokowi yang
insya Allah akan jadi Presiden itu," tegas Jumhur.
Karena itu, lanjut Jumhur, adalah wajar pula bila Romo Benny berusaha mengelaborasi dari apa yang dia pahami tentang gagasan Revolusi Mental yang diungkap Jokowi yang menjadi kosa kata yang begitu populer itu. Sementara itu, tulisan Jokowi di
Kompas adalah upaya mengelaborasi penjelasan Revolusi Mental dengan lebih detil sehingga lebih jelas.
"Tulisan itu juga mengkontekskan gagasan Trisakti Bung Karno dengan era kekinian dan menurut saya itu suatu gagasan yang komprehensif," demikian Jumhur.
[ysa]
BERITA TERKAIT: