Jumhur: Intelektual Gadungan Gagal Jelaskan Gagasan Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 13 Mei 2014, 09:47 WIB
Jumhur: Intelektual Gadungan Gagal Jelaskan Gagasan Jokowi
moh. jumhur hidayat/net
rmol news logo . Sejak tulisan Jokowi dimuat di Kompas beberapa hari lalu tentang Revolusi Mental, ada segelintir orang yang mengomentari bahwa itu adalah ide dari Romo Benny Susetyo karena dia menulis dengan judul yang sama di Sindo.

"Sungguh, itu suatu pernyataan menyesatkan yang hanya mungkin keluar dari mulut intelektual gadungan," kata Deklarator Aliansi Rakyat Merdeka untuk Mendukung Jokowi, Moh Jumhur Hidayat, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 13/5).

Jokowi sendiri telah membuat pernyataan di salah satu televisi beberpa minggu sebelum tulisannya di Kompas tentang makna Revolusi Mental walau hanya sekilas. Inti dari pernyataan itu adalah bahwa Bangsa Indonesia harus berpikir positif dan mampu menjadi bangsa yang besar karena memang punya semua syarat untuk itu. Karena itu harus optimis dan membuang jauh pesimisme.

"Menurut hemat saya, kosa kata "Revolusi Mental" sudah menjadi kosa kata umum yang dipakai banyak intelektual. Namun menjadi begitu penting ketika diucapkan Jokowi yang insya Allah akan jadi Presiden itu," tegas Jumhur.

Karena itu, lanjut Jumhur, adalah wajar pula bila Romo Benny berusaha mengelaborasi dari apa yang dia pahami tentang gagasan Revolusi Mental yang diungkap Jokowi yang menjadi kosa kata yang begitu populer itu. Sementara itu, tulisan Jokowi di Kompas adalah upaya mengelaborasi penjelasan Revolusi Mental dengan lebih detil sehingga lebih jelas.

"Tulisan itu juga mengkontekskan gagasan Trisakti Bung Karno dengan era kekinian dan menurut saya itu suatu gagasan yang komprehensif," demikian Jumhur. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA