Di luar tiga nama itu, dipercaya ada satu nama lagi yang bakal muncul. Nama ini adalah calon yang akan diusung Partai Demokrat bila berhasil menggaet dan menjalin koalisi dengan dua partai menengah.
Tentu saja, peta politik ini masih dinamis. Artinya, karena politik itu penuh kemungkinan, bisa saja nama-nama capres ini bertumbangan di tengah jalan, dan muncul nama-nama baru yang sebelumnya tidak diperkirakan.
Namun yang pasti, publik secara luas menghendaki capres dan cawapres yang muncul adalah yang benar-benar pro-rakyat. Dengan kata lain, rakyat menjadi fokus perhatian dan tujuan setiap kebijakan. Dan rakyat tidak sekadar jadi bahan pijakan menuju kursi kekuasaan, atau hanya menjadi bahan jualan yang selalu disebut dalam pangung-panggung pencitraaan.
Untuk mencari capres dan cawapres yang pro-rakyat itulah, siang ini (Jumat, 25/4), Lingkar Survei Perjuangan (LSP) akan menggelar dialog interaktif dengan tema "Mencari Figur Capres dan Cawapres Pro Rakyat".
Acara yang digelar di Cafe Dapur Selera, Jalan, Prof. Dr Supomo No. 45, Jakarta Selatan ini akan menghadirkan narasumber seperti Ketua DPP Partai Nasdem Zulfan Lindan, Direktur Eksekutif Lingkar Survei Perjuangan (LSP) I Gede Aradea Permadi Sandra, dan Kordinator Gerakan Pemilu Bersih Adhie Massardi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: