Bahaya Bila Pengusaha yang Punya Kepentingan Bisnis Jadi Pendamping Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 24 April 2014, 12:25 WIB
Bahaya Bila Pengusaha yang Punya Kepentingan Bisnis Jadi Pendamping Jokowi
ilustrasi/net
rmol news logo . Jokowi membutuhkan pendamping ekonom yang berani, berkarakter kuat dan tegas. Namun pemahaman akan seorang ekonom juga tidak boleh disematkan begitu saja.

"Selain harus punya rekam jejak perjuangan untuk menerapkan ekonomi Konstitusi, ekomom itu juga bukan dipahami sebagai pengusaha belaka," kata aktivis Gen 1998, Taufan Hunneman, kepada Rakyat Merdela Online, beberapa saat lalu (Kamis, 24/4).

Taufan mengingatkan, bila Jokowi berpasangan dengan pengusaha, maka hal ini justru akan membebani dan merepotkan Jokowi sendiri. Bukan memikirkan program kesejahteraan rakyat, malah Jokowi bisa sibuk mengurusu wapres yang bermain liar untuk bisnisnya.

"Kalau wapresnya adalah pengusaha yang masih punya kepentingan bisnis, ini malah bahaya. Nanti dia akan ada kepentingan untuk memuluskan bisnisnya," ungkap Taufan.

Taufan menambahkan wapres Jokowi juga harus ekonom punya artikulasi bahasa yang bisa menyampaikan visi misinya kepada publik. Selama selama ini visi dan misi Jokowi lebih tersampaikan lewat tindakan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA