Jokowi Harus Belajar dari Kesalahan SBY Memilih Pendamping

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 24 April 2014, 11:49 WIB
Jokowi Harus Belajar dari Kesalahan SBY Memilih Pendamping
jokowi dan ekonom rizal ramli/rmol
rmol news logo . Salah satu faktor utama yang membuat popularitas pemerintahan SBY terjun bebas adalah kebijakan ekonomi. Banyak kebijakan ekonomi SBY yang lebih berpihak pada kepentingan pasar dan asing, sementara kepentingan rakyat Indonesia diabaikan.

Karena itu, kata aktivis Gen 1998, Taufan Hunneman, Jokowi harus belajar dari kesalahan SBY dalam memilih pendamping. Dari sisi ini, Jokowi membutuhkan wapres yang benar-benar memahami ekonomi, dan tentu saja yang berpihak pada rakyat dan tidak pro-pasar.

"Harus ada sintesa baru, ekonom yang punya keberanian. Sehingga program-program Jokowi benar-benar berjalan demi kesejahteraan rakyat," kata Taufan kepada Rakyat Merdela Online beberapa saat lalu (Kamis, 24/4).

Selain itu, lanjut Taufan, cawapres Jokowi juga harus punya platform yang sama. Misalnya visi dan misinya, sisi kerakyatannya, sisi kesederhanaanya, dan mau turun ke lapangan. Dan hal yang tak kalah penting juga punya mental pendobrak dan punya karakter yang kuat.

"Visi misi Jokowi disampaikan lewat tindakan. Karena itu wapresnya harus punya karakter yang sama. Itu harapan kami, Gen 98 yang sejak awal mendukung Jokowi," demikian Taufan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA