Jokowi-JK Bisa Bikin Kalangan Progresif Tarik Diri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 22 April 2014, 21:57 WIB
Jokowi-JK Bisa Bikin Kalangan Progresif Tarik Diri
joko widodo/net
rmol news logo Kampanye hitam (black campaign) terus menerpa Joko Widodo. Kampanye hitam terbaru adalah beredarnya gambar Jokowi yang seolah-olah sudah resmi berpasangan dengan Jusuf Kalla alias JK.

Gambar Jokowi-JK yang sudah beredar di media sosial ini bisa membuat kalangan proogresif pendukung Jokowi menarik diri.

Demikian disampaikan aktivis prodemokrasi Adhie Massardi dalam keterangannya beberapa saat lalu (Selasa, 22/4).

"Ini karena sosok JK selain dianggap sebagai tokoh expired alias terlalu tua. Oleh kaum progresif prorakyat dipandang sebagai politisi yang antirakyat. Maklum, JK memang sangat anti-subsidi, terutama untuk BBM dan gas," ujar Adhie.

Selain itu, sebagai tokoh bisnis yang usahanya mengalami perkembangan super pesat ketika menjadi wapres, JK juga dianggap oleh kaum progresif sebaggai tokoh yang tidak jelas sikapnya terhadap KKN.

"Maka agar tidak menambah beban serangan (kampanye hitam) kepada Jokowi, PDIP perlu segera menyampaikan nama dan figur yang akan dipasangkan dengan Jokowi," kata Adhie lagi.

Masih kata Adhie, Jokowi yang terlanjur disimbolkan sebagai tokoh prorakyat seharusnya disandingkan dengan figur yang memiliki rekam jejak track record keberpihakan kepada rakyat.

"Bukan figur yang pernah menjadi musuh rakyat. Baik sipil maupun militer," demikian Adhie. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA