Gambar Jokowi-JK yang sudah beredar di media sosial ini bisa membuat kalangan proogresif pendukung Jokowi menarik diri.
Demikian disampaikan aktivis prodemokrasi Adhie Massardi dalam keterangannya beberapa saat lalu (Selasa, 22/4).
"Ini karena sosok JK selain dianggap sebagai tokoh
expired alias terlalu tua. Oleh kaum progresif prorakyat dipandang sebagai politisi yang antirakyat. Maklum, JK memang sangat anti-subsidi, terutama untuk BBM dan gas," ujar Adhie.
Selain itu, sebagai tokoh bisnis yang usahanya mengalami perkembangan super pesat ketika menjadi wapres, JK juga dianggap oleh kaum progresif sebaggai tokoh yang tidak jelas sikapnya terhadap KKN.
"Maka agar tidak menambah beban serangan (kampanye hitam) kepada Jokowi, PDIP perlu segera menyampaikan nama dan figur yang akan dipasangkan dengan Jokowi," kata Adhie lagi.
Masih kata Adhie, Jokowi yang terlanjur disimbolkan sebagai tokoh prorakyat seharusnya disandingkan dengan figur yang memiliki rekam jejak
track record keberpihakan kepada rakyat.
"Bukan figur yang pernah menjadi musuh rakyat. Baik sipil maupun militer," demikian Adhie.
[dem]
BERITA TERKAIT: