Keluarga Korban Feri Sewol Mulai Tidak Sabar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 20 April 2014, 20:40 WIB
Keluarga Korban Feri Sewol Mulai Tidak Sabar
rmol news logo Keluarga korban kecelakaan feri Sewol yang berkumpul di Pulau Jindo mulai tak sabar melihat proses evakuasi feri yang tenggelam Rabu pagi itu (16/4). Mereka sempat terlibat adu mulut dengan polisi yang berjaga-jaga di sekitar tempat keluarga korban berkumpul di sebuah kompleks olahraga di pulau itu.

Setelah tiga hari berlalu tanpa hasil yang menurut mereka memuaskan, sekitar 100 keluarga korban ingin meninggalkan Jindo untuk memulai aksi di ibukota Korea Selatan, Seoul. Mereka beramai-ramai menuju jembatan yang memisahkan Pulau Jindo dengan mainland Korea Selatan.

Direncanakan mereka akan menempuh perjalanan sejauh 420 kilometer menuju Seoul di utara. Tempat yang mereka tuju adalah Blue House, atau Istana Presiden.

Polisi berseragam yang mengenakan rompi kuning mencegah mereka meninggalkan Jindo. Begitu dilaporkan BBC.

Setelah bertarung dengan arus di bawah permukaan laut yang begitu besar, disebutkan bahwa tim pencari akhirnya bisa memasuki feri Sewol hari Minggu ini (20/4). Dalam operasi penyelamatan itu berhasil ditemukan dan dievakuasi 26 jenazah korban. Sejauh ini, jumlah korban tewas adalah 58 penumpang.

"Kami ingin jawaban dari pihak yang bertanggung jawab mengapa perintah tidak dilaksanakan, dan tidak ada satu hal pun yang selesai. Mereka jelas telah berbohong dan menyerahkan tanggung jawab ke pihak lain," ujar Lee Woon-geun, salah seorang keluarga korban yang ikut dalam protes.

Lee Woon-geun adalah ayah dari Lee Jung-in (17) yang masih belum ditemukan.

Perdana Mentri Jung Hong-won dilaporkan ikut menemui keluarga korban dan menenangkan keadaan. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA