Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan Aria Bima dalam diskusi di Warung Daun, Minggu kemarin (13/4). Gayung bersambut. Menurut peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP), I Gede Sandra, kriteria yang paling tepat dengan karakter yang disebutkan Aria Bima adalah ekonom Rizal Ramli.
Soal karakter, ungkap Gede, Rizal Ramli sangat sama dengan Ahok, yang kerap berbicara lugas dan keras, dan bahkan cenderung konfrontatif. Rizal Ramli juga anyak ide dan terobosan tentang reformasi birokrasi, dan juga selalu siap untuk bekerja keras.
"Hal ini terlihat saat Rizal Ramli menjadi Kepala Bulog, Menteri Keuangan, Menteri Koordinator Perekonomian, dan Preskom PT Semen Gresik. Di dalam buku
Lokomotif Perubahan, Rizal Ramli kerap mengambil sikap konfrontatif ketika berhadapan dengan para pejabat atau birokrat yang tidak sejalan dengan kebijakannya," kata Gede Sandra beberapa saat lalu (Senin, 14/4).
Dari sisi komitmen pada kedaulatan pangan dan energi, juga krits terhadap neoliberalisme, sambung Gede, Rizal Ramli juga adalah tokoh pakarnya. Sebagai buktinya, majalah
Indonesia 2014 saja menganugerahi ekonom yang juga menjadi panel ahli di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai yang "Terdepan Melawan Neoliberalisme". Dalam hal kedaulatan pangan, sejarah mencatat Rizal Ramli memiliki peran besar dalam peningkatan kesejahteraan petani Indonesia saat menjadi Kepala Bulog tahun 2000.
"Dalam hal kedaulatan energi juga Rizal Ramli menjadi satu-satunya menteri yang berani melakukan renegosiasi dengan Freeport tahun 2001, setelah sebelumnya melakukan tuntutan terhadap pelanggaran lingkungan yang dilakukan perusahaan asal AS tersebut," demikian Gede Sandra.
[ysa]
BERITA TERKAIT: