Ketiga ekonom profesional itu adalah Gita Wirjawan, Rizal Ramli dan Agus Martowardojo.
Demikian disampaikan
Direktur Riset Survei Nusantara Network (SNN), Meidy Poluan, dalam diskusi terbatas yang digelar di Jakarta kemarin (Sabtu, 12/4).
Kehadiran salah seorang dari ketiga ekonom itu sangat signifikan terhadap kemampuan pemerintahan Jokowi menangani masalah ekonomi.
"Ketiganya punya pengalaman matang di bidang masing-masing serta punya
trackrecord bagus," ujar Poluan.
Dia menyimpulkan, ketiganya memiliki kapasitas yang dibutuhkan Jokowi dan benar-benar profesional.
"Kita butuh lebih banyak sosok profesional di level teratas serta tentu di jajaran kabinet berikut. Bukan lagi politisi, agar manajemen pemerintahan berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan, mengatasi ketimpangan dan bermartabat di percaturan global," tandasnya.
Senada dengan itu, Boy Iskandar dari Perhimpunan Indonesia Timur untuk Indonesia, mengatakan, ketiga sosok ini sudah terbukti punya visi dan konsep jelas terhadap upaya membangun NKRI tanpa ada yang merasa sebagai dijadikan anak tiri.
"Ketimpangan kawasan (Timur dan Barat, Jawa dan Luar Jawa), harus bisa diatasi secara sistematik, jelas tahapannya dan punya jangka waktu tegas, tanpa muluk-muluk atau penuh janji-janji retorika, agar negeri NKRI ini tetap jaya," tegasnya.
Dia menunjuk sisi positif Gita Wirjawan yang sejak menjabat Kepala BKPM hingga Menteri Perdagangan bisa mulai menyeimbangkan total investasi kawasan Timur dan Barat.
Begitu pula, menurutnya, komitmen tegas Rizal Ramli membangun lebih banyak pelabuhan maupun pembenahan infrastruktur di KTI, sama seperti Gita Wirjawan.
"Keduanya juga punya kapabilitas mengelola ekonomi Indonesia menghadapi percaturan global," demikian Boy Iskandar.
[dem]
BERITA TERKAIT: