Punya Rekam Jejak yang Tak Baik, JK Tak Layak Jadi Pendamping Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Jumat, 11 April 2014, 10:37 WIB
rmol news logo . PDI Perjuangan perlu berpikir ulang membangun koalisi dengan Nasdem bila partai yang dipimpin Surya Paloh itu menyodorkan Jusuf Kalla sebagai cawapres Jokowi.

"Jusuf Kalla merupakan tokoh nasional yang memiliki rekam jejak yang tidak baik," kata jurubicara Generasi Aktivis 1998 (Gen 98), Taufan Hunneman, beberapa saat lalu (Jumat, 11/4).

Sebagai partai baru, lanjut Taufan, Partai Nasdem dipersepsikan sebagai partai bersih. Namun persepsi ini akan pudar bila mendukung Jusuf Kalla, orang yang pada era Presiden Abdurrahman Wahid dipecat dari jabatan Menteri Perdagangan dan Perindustrian karena tuduhan kolutif dan korup.

"Kalau Nasdem dukung tokoh yang terindikasi KKN seperti Jusuf Kalla, ya sama juga bohong. Coba lihat kasus Airport Ujung Padang, Airport di Medan, dua Airport di Kalimantan, hutang di Mandiri dan BNI dibersihkan ketika jadi Wapres SBY. Begitu juga saham kosong di Semen Gresik, proyek-proyek listrik, tabung-tabung gas bermasalah," jelas Taufan.

Taufan menambahkan, PDI Perjuangan tidak perlu terjebak dengan dengan politik transaksional. Apalagi bila politik transaksional itu mengamputasi cita-cita dan ideologi partai, maupun ajaran Trisakti yang selama ini diperjuangkan. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA