Spekulasi ini lumayan menarik. Sebab sejatinya Surya Paloh punya pengalaman buruk dengan Jusuf Kalla, yang pada era Presiden Abdurrahman Wahid dipecat dari jabatan Menteri Perdagangan dan Perindustrian karena tuduhan kolutif. Pengalaman buruk Surya Paloh ini bahkan masuk dalam kategori serius; pengkhianatan dan penelikungan.
Hal ini terekam jelas dalam buku biografi Surya Paloh berjudul
Surya Paloh Sang Ideolog, yang ditulis oleh Usamah Hisyam. Bahkan, dalam peluncuran buku pada bulan lalu (Senin, 10/3) yang juga dihadiri Surya Paloh dan JK, Usamah Hisyam pun dengan lugas menceritakan pengkhinatan JK ini.
Usamah bertutur, dengan kesan yang sangat kuat, bahwa seringkali ambisi politik JK mengangkangi persahabatan. JK hanya loyal dan setia pada dirinya sendiri, sementara pertemanan berlaku bila menguntungkan dirinya.
Di antara fakta untuk memperkuat kesan ini, Usamah Hisyam bercerita tentang kesepakatan antara SBY, JK, dan Surya Paloh seusai Pilpres 2004. Saat itu, SBY mau mendorong dan mendukung Surya Paloh untuk menduduki kursi Ketua Umum Golkar menggantikan Akbar Tanjung pada 2004. JK pun mendukung dan siap mengantarkan Surya Paloh menjadi bos partai beringin.
Namun, seiring dengan waktu, kesepakatan itu dilanggar oleh JK. JK memotong langkah Surya Paloh, dan maju menjadi calon ketua Umum Golkar. Sejarah pun mencatat, JK menjadi Ketua Umum Golkar setelah Akbar Tanjung.
Waktu berlalu, dan Surya Paloh memilih diam. Lima tahun kemudian, Surya Paloh mendukung JK dalam Pilpres 2009, yang saat itu berpasangan dengan Wiranto. Meski Surya Paloh sudah tahu bahwa JK akan kalah di putaran pertama, namun Surya Paloh terus mendukung karena dasar kesetiaan dan nilai persahabatan.
Namun sebaliknya, dalam arena pemilihan ketua umum Partai Golkar 2009 di Pakanbaru, JK tidak memberikan dukungan yang bulat dan utuh kepada Surya Paloh. Tidak seperti yang diharapkan Surya Paloh, JK membagi hati dan bermain empat kaki. Selain Surya Paloh, JK juga mendukung Tommy Soeharto, Agung Laksono dan Aburizal Bakrie.
Dengan sekelumit cerita yang dituturkan Usamah Hisyam, yang juga tertuang dalam buku biografi biografi Surya Paloh itu, tak heran muncul pertanyaan dari sementara kalangan bila memang Surya Paloh menyodorkan nama JK untuk jadi ccawapres Jokowi. Pertanyaan itu; Akankah Surya Paloh Melupakan Pengkhinatan JK.
[ysa]
BERITA TERKAIT: