"Acara ini memang harus secara kontinyu dilakukan secara nasional. Budaya melayu merupakan identitas nasional yang harus jadi etalase paling depan," kata Produser Gita Cinta Production, Geisz Chalifah, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 9/4).
Tahun ini, kata Geisz, Jakarta Melayu Festival akan dilaksanakan pada 22 Agustus mendatang di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Akan tampil dalam festoival kali ini adalah Novi Ayla.
Novi Ayla, dulunya dikenal sebagai Novi KDI, atau Kontes Dangdut Indonesia (KDI). Sejak 2009, Novi pindah dari musik dangdut ke musik melayu. Apalagi, dandgut juga merupakan musik campuran, yang diantaranya ada unsur musik melayu.
Ada banyak alasan mengapa Novi berhijrah dalam bermusik. Katanya, saat ini, bisa dikatakan, musik dangdut sudah keluar dari jalur aslinya. Bukan saja dari penampilan sang penyanyi, melainkan juga dari syair-syairnya. Tak sedikit, penampilan penyanyi dan syair-syarirnya sudah melenceng dan menyimpang dari budaya timur, atau dengan kata lain, vulgar.
Novi juga beralasan, dia mau menyajikan musik yang sehat kepada generasi muda. Apalagi musik melayu juga merupakan musik yang menjadi bagian dari budaya asli Indonesia. Dan ini harus dijaga dan dirawat oleh semua anak bangsa.
"Saya khawatir dengan generasi muda, yang mereka tahu musik yang syairnya vulgar. Bagi saya sendiri, semua pekerjaan kan harus dipertanggungjawabkan. Saya merasa bertanggungjawab," kata Novi Ayla.
[ysa]
BERITA TERKAIT: