Demikian disampaikan Novi KDI, atau Kongtes Dandgdut Indonesia (KDI). Karena itulah, hal ini, yang menjadi salah satu alasan Novi untuk pindah ke musik melayu. Apalagi, dandgut juga merupakan musik campuran, yang diantaranya ada unsur musik melayu.
"Saya di KDI tahun 2007, pada tahun 2009, saya hijrah ke musik melayu. Makanya saya juga pakai hijab sekarang," kata Novi, yang kini menjadi Novi Ayla, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 9/4).
Novi juga beralasan, dia mau menyajikan musik yang sehat kepada generasi muda. Apalagi musik melayu juga merupakan musik yang menjadi bagian dari budaya asli Indonesia. Dan ini harus dijaga dan dirawat oleh semua anak bangsa.
"Saya khawatir dengan generasi muda, yang mereka tahu musik yang syairnya vulgar. Bagi saya sendiri, semua pekerjaan kan harus dipertanggungjawabkan. Saya merasa bertanggungjawab," kata Novi Ayla, yang juga percaya serta optimis, di masa depan, musik melayu relegius akan menjadi lagi idola kaum muda dan remaja Indonesia.
Novi berharap, pemerintah pun punya perhatian khusus kepada musik melayu ini. Dia mengakui, di TVRI, yang merupakan televisi pemerintah, sudah ada ruang yang menyajikan acara musik melayu. Namun sayang, acara tersebut ditayangkan pada pukul 23.00 WIB.
"Kalau pukul 23.00 kan remaja dan anak-anak muda sudah tidur, karena besoknya harus sekolah atau kuliah. Harapan kita pemerintah ada perhatian lebih lagi. Jangan sampai, kalau nanti ada negara lain yang mengklaim, baru kita ribut," demikian Novi, yang akan tampil dalam Jakarta Melayu Festival pada 22 Agustus mendatang di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
[ysa]
BERITA TERKAIT: