yang terpendam
berwindu-winddu
kini merayap-rayap
menyusuri aortaku
Â
rindumu padaku
yang terhalang
alang-alang
diam-diam merintih-rintih
menembus angan-angan
Â
cintaku padamu
yang meluas berapi-api
membakar hutan-hutan
khatulistiwa
asapnya memutihkan
langit-langit
Â
maka jangan lagi
berandai-andai
malam bulan bersinar-sinar
karena kesetiaan penyair
kepada cinta
tak pernah berpura-pura
Â
bahkan meskipun
sayup-sayup
belaiannya akan sampai jua
ke delapan penjuru angin
tempat para kekasih bertasbih
[***]Â
BERITA TERKAIT: