"Karena itu kami yang berasal dari berbagai organisasi pergerakan rakyat sampai pada keputusan harus mendukung suatu partai politik yang mampu mengemban prinsip-prinsip kebangsaan, kerakyatan dan kemandirian itu, Yakni kami jatuhkan ke PDI Perjuagha," kata Elli Susanto Untung, saat membacakan maklumat politik Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Jawa Timur.
Sekitar seribu masyarakat yang terdiri dari arek arek Suroboyo, kaum miskin kota, dan organisasi buruh, berkumpul di Gedung Flamingo Surabaya Jawa Timur (Sabtu, 22/3). Mereka mendeklarasikan diri bergabung dalam ARM dan menyatakan tekad untuk bersatu memenangkan PDI Perjuangan dan Calon Presiden Joko Widodo.
Massa yang berdatangan dari berbagai kawasan di Kota Surabaya tersebut meneriakan yell yell Hidup PDI Perjuangan dan Hidup Jokowi.
Deklarasi ARM Pro PDI Perjuangan di Jawa Timur didukung berbagai elemen meliputi SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), SPN (Serikat Pekerja Nasional), SB Desila (Serikat Buruh Demokrasi Pancasila), SPEKAL Surabaya (Serikat Pedagang Kaki Lima Surabaya), PAS (Paguyuban Arek arek Surabaya), FPPM (Forum Peduli Pemberdayaan Masyarakat), Masyarakat Miskin Kota Surabaya dan Gaspermindo (Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia)
Ketua Paguyuban Arek Arek Suroboyo, Kusnan, menyatakan dirinya dan arek arek Suroboyo memandang Jokowi adalah figur yang tepat untuk memimpin Indonesia. Oleh karena itu ia menghimbau kepada seluruh arek arek Suroboyo maupun kalangan buruh untuk bahu membahu mengantarkan Jokowi sebagai Presiden RI dalam Pilpres 2014..
Sementara itu Kooordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Jawa Timur Budi Haryanto mengatakan, deklarasi ARM Jawa Timur bersama arek arek Suroboyo ini merupakan bagian dari gerakan ARM Nasional yang sudah dideklarasikan untuk mendukung PDIP di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Mataram, Medan, Jogjakarta, Solo dan Makassar. Ia menegaskan sikap organ buruh dan masyarakat Surabaya mendukung PDIP didasari oleh kenyataan bahwa PDIP merupakan partai yang selama ini konsisten membela
wong cilik.
[ysa]
BERITA TERKAIT: