"Kita tahu pemanfaat media sosial yang paling besar adalah pemilih pemula dan mereka yang lahir di atas tahun 1980-an. Nah, merekalah
influencers kepada masyarakat yang akan menyampaikan visi dan perjuangan PKS dari pintu ke pintu atau door to door," kata Sekretaris Bidang Humas DPP PKS, Dedi Supriadi, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 20/3).
PKS, tambah Dedi, memang tidak memiliki media publik yang bisa dimanfaatkan untuk publikasi partai secara massif sebagaimana beberapa partai peserta pemilu yang pimpinannya memiliki media tv, radio, cetak dan online. Namun ia yakin, kini masyarakat punya pilihan media yang menjadi alternatif untuk mendapatkan data pembanding, yaitu media sosial.
"Contoh dalam kasus korupsi, ternyata terbukti PKS paling kecil jumlah kasus korupsi diantara partai-partai peserta pemilu 2014 lainnya," ujar Dedi merujuk data yang dikeluarkan akun twitter @KPKWatch_RI.
[ysa]
BERITA TERKAIT: