"Saya pikir, sudah bukan zaman lagi dikotomi Capres-Capres Jawa-luar Jawa ataupun Islam-Nasionalis apalagi tua-muda. Yang mesti dihadirkan adalah cara pikir yang solutif dalam menyelesaikan problem besar bangsa ini, yakni kejahatan korupsi," kata Direktur Kawasan Timur Indonesia (KTI) Watch, Razikin Juraid, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 19/3).
Menurut Razikin, pemberantasan korupsi adalah pembuktian kata-kata, bukan wacana, bukan janji apalagi nyanyian pengantar tidur. Karena itu dibutuhkan komitmen, keberanian dan pengorbanan dan orang yang memiliki keberanian itu adalah orang yang tidak punya penyakit bawaan yang setiap saat dapat menyadera dirinya, dan sudah teruji dan memiliki
track record berani melawan koruptor.
"Menurut saya sosok itu ada pada Abraham Samad. Sejak Abraham menjabat ketua KPK RI banyak gebarakan dalam hal pemberantasan korupsi, mulai dari korupsi kepala daerah sampai menteri pun sudah dibongkar," tegas Razikin.
KTI Watch, lanjut Razikin, sangat mendukung bila Abraham Samad dijadikan partai manapun sebagai capres atau cawapres. Sebab Abraham merupakan sosok ideal, baik sebagai capres atau cawapres
[ysa]
BERITA TERKAIT: