Megawati Harus Waspada dengan Manuver ARB

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 06 Maret 2014, 20:41 WIB
Megawati Harus Waspada dengan Manuver ARB
megawati
rmol news logo . PDI Perjuangan harus hati-hati dan waspada dengan manuver Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie. Sebab pernyataan Aburizal Bakrie yang menyebut hanya dirnya dan Megawati Soekarnoputri yang memegang boarding pass pencalonan presiden bisa jadi semacam jebakan batman agar PDI Perjuangan kembali mencalonkan Megawati dan akhirnya menuai kekalahan.

Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi. Ari pun menilai pernyataan ARB ini, selain bagian perang urat syarat jelang pemilu sebab dengan pernyataan itu seakan-akan Golkar akan meraih suara di atas 20 persen, juga harus dimaknai sebagai modus penyesatan bagi PDIP sebagi sekondan terberat bagi Golkar.

"Sebab kalau Jokowi jadi dicalonkan oleh PDI Perjungan maka bisa diduga dengan mudah, ARB akan lunglai dan terkapar jika dihadapkan dengan Jokowi. Tetapi jika Megawati tetap dipaksakan dan memaksakan diri untuk maju di Pilpres 2014, maka ARB masih bisa mengadu nafas dengan Megawati," kata Ari beberapa saat lalu (Kamis, 6/3).

Menurut pengajar di Program Pascasarjana UI, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya, dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta itu, fenomena Jokowi sebagai rising star memang dianggap ngeri-ngeri sedap oleh para pesaingnya. Selain moncer di berbagai jajak pendapat, pesona Jokowi juga mendapat dukungan media dan juga menjadi people darling.

"Pernyataan manis ARB baiknya dicermati sebagai strategi alat pertandingan silat yang memuji lawan setinggi langit tetapi dengan maksud membuat terlena pihak lawan. Memang elektabilitas Golkar tinggi di berbagai survei tetapi kan tidak linear dengan elektabilitas ARB sendiri. Bisa jadi ARB sedang kalut dan galau melihat Jokowi," demikian Ari. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA