Namun Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengaku optimis angka tersebut dapat meningkat dan mencapai target 5 miliar dolar AS pada tahun 2015 mendatang. Sebab Indonesia masih punya waktu satu tahun lagi memasuki komunitas ekonomi ASEAN.
"Juga tentu sejalan dengan Asean Economic Community yang akan meningkatkan volume ekspor kita," jelas Hatta seusai menggelar konferensi pers bersama dengan wakil Perdana Menteri Rusia Rusia Dmitry O. Rogozin dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-9 Indonesia Rusia Bidang Ekonomi, Perdagangan, dan Kerjasama Teknis di Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta, Selasa sore (25/2).
Oleh karena itu, jelas Hatta, untuk meningkatkan ekspor, ia mendorong sektor-sektor unggulan Indonesia seperti di bidang agrikultur.
"Seperti yang dibutuhkan Rusia kan kopi, teh, karet, kemudian juga palm oil. Terutama kita juga bisa mendorong untuk bio diesel dan sebagainya," terang Hatta.
Hal tersebut, jelasnya, harus dilakukan demi menyeimbangkan kerjasama dengan Rusia.
"Kita lihat kan peningkatan ekspor Rusia kesini kan produk manufaktur, sementara baja, minyak menurun drastis," kata Hatta.
"Kita tentu juga harus melihat peluang kalau Rusia tingkatkan manufaktur maka tentu memerlukan beberapa komoditi tertentu untuk kita masuk kesana," tandasnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: