DPP IMM tampil sebagai juara setelah di final berhasil mengalahkan PC HMI Pusara dengan skor meyakinkan 4-2. IMM sempat tertinggal 0-1 dibabak pertama, namun berhasil membalikkan keadaan usai turun minum. Gol penyeimbang berhasil dilesakkan oleh striker lincah Arif yang berhasil memaksimalkan umpan matang Evok. Tak lama berselang, tendangan melengkung jarak jauh Widian dari daerah pertahanan gagal ditepis kiper PC HMI Pusara dan IMM berbalik memimpin dengan skor 2-1.
HMI Pusara sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2, namun kedudukan itu tak berlangsung lama. IMM segera bangkit melalui dua gol yang dicetak Abidin jelang pertandingan berakhir dan mengubah papan skor menjadi 4-2 untuk kemenangan IMM.
"Pertandingan yang sangat melelahkan, tapi berkat kerjasama tim kami (IMM) bisa menang sekaligus menjuarai turnamen ini," ujar Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga DPP IMM Edi Setiawan saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 16/2).
Namun begitu, Edi menggarisbawahi bahwa kemenangan bukan segalanya dalam kompetisi itu. Baginya, yang paling penting kompetisi ini bisa merekatkan tali silaturrahmi antar aktivis, khususnya Cipayung Plus.
"DPP IMM sangat antusias dengan kompetisi ini. Terpenting, tali silaturrahmi antar aktivis bisa digalakkan secara berkelanjutan," ujar Edi yang saat itu menjadi kapten tim IMM.
Senada dengan Edi, Ketua Umum DPP IMM Djihadul Mubarok juga menyebut kemenangan bukanlah hal yang utama. Djihad menyebut kompetisi ini sebagai ajang untuk saling mengenal lebih dekat antar organisasi mahasiswa, termasuk sebagai ajang bertukar pandangan mengenai isu-isu nasional dalam kaitannya dengan gerakan mahasiswa.
"Menang bukan yang utama. Terpenting silaturrahmi tetap terjaga, bisa mengenal lebih dekat, dan secara informal bisa bertukar pandangan," ujarnya kepada
Rakyat Merdeka Online. [ian]
BERITA TERKAIT: