"Jadi jika ada yang berpikir bahwa jika Megawati mencapreskan Jokowi sebelum pileg karena survei-survei, atau karena gerakan Projo saat ini adalah salah besar dan keliru. Bahkan seorang Puan Maharani pun tidak bisa mempengaruhi keputusan Megawati," kata salah seorang inisiator PDI Perjuangan Pro-Jokowi (Projo), Fahmi Alhabsyi, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 11/2).
Menurut Fahmi, Megawati adalah sosok berkarakter seperti Bung Karno, yang menempatkan kepentingan bangsa, ideologi dan harapan rakyat yang terkandung di dalamnya, di atas kepentingan keluarga atau pribadi.
"Di luar dua pembisik, itu adalah pembusuk," tegas Fahmi, yang juga yakin Megawati bisa melihat dan merasakan vibrasi rakyat ketika Jokowi berada di tengah-tengah rakyatnya, dan harapan publik agar PDI Perjuangan mengambil jalan yang terang dan tidak remang-remang sebelum pileg.
Fahmi menambahkan, sikap oposisi terhadap pemerintahan SBY merupakan bukti bahwa keinginan almarhum suaminya saja tidak dituruti untuk berkoalisi. Megawati melihat dan merasakan harapan rakyat yang begitu besar agar PDI Perjuangan menjadi penyeimbang pemerintahan SB, yang jauh di atas harapan keluarga dan sebagian elit partai saat itu yang ingin menikmati lezatnya pemerintahan.
Fahmi memastikan, sikap kenegarawanan Megawati tidak perlu diragukan lagi ketika soal kebenaran, keadilan dan prinsip harus diambil demi kepentingan ideologi-kehormatan Bung Karno dan bangsa. Sikap positif Megawati yang sudah terbangun bertahun-tahun ini pun diyakini PDI Perjuangan Pro Jokowi tidak akan dipertaruhkan hanya untuk memenuhi keinginan dan agenda partai lain yang sangat mengharapkan Jokowi dicapreskan setelah pileg agar kemenangan PDI Perjuangan sejatinya kemenangan ideologi bung karno bisa dibendung sejak awal.
[ysa]
BERITA TERKAIT: