Disebutkan, lingkaran-lingkaran itu pertama kali disaksikan seorang turis yang mengunjungi Pulau Mon, Denmark, di tahun 2008.
Lingkaran-lingkaran di dasar laut dangkal Pulau Mon itu terbilang cukup besar. Beberapa di antaranya memiliki diameter hingga 50 kaki.
Sejumlah dugaan berkembang. Ada yang mengira lingkaran-lingkaran itu adalah bekas ledakan bom ketika Perang Dunia Kedua. Ada juga memperkirakan lingkaran-lingkaran itu adalah tanda yang ditinggalkan makhluk asing dari luar angkasa yang mengunjungi bumi.
Los Angeles Times melaporkan sejumlah peneliti telah melakukan riset mendalam terhadap lingkaran-lingkaran itu, dan berhasil memecahkan misterinya.
Dua ahli biologi Marianne Holmer dari University of Southern Denmark dan Jens Borum dari the University of Copenhagen, termasuk dalam kelompok peneliti lingkaran Laut Baltik itu.
Menurut penelitian keduanya, lingkaran-lingkaran itu adalah sejenis rumput laut yang disebut rumput belut (
eelgrass) yang tumbuh tidak sempurna seperti biasanya.
Pertumbuhan rumput dengan nama latin
Zostera marina itu terganggu lumpur yang mengandung belerang.
Akibatnya, bagian tengah rumput belut yang biasanya tumbuh datar perlahan-lahan mati, menyisakan rumput di bagian luar. Proses ini lama kelamaan membuat rumput belut itu berbentuk lingkaran.
[dem]
BERITA TERKAIT: