"Orang orang di Kementrian Agama, jangan nanti kalau masalah haji semua sibuk, tapi mengurus masjid tidak. Jadi mari kita sama sama memperbaiki masjid. Kemenag harus mengembalikan kepada umat apa yang telah didapatnya dari masyarakat, melalui mesjid," ujar JK saat berpidato pada acara peluncuran 50 unit mobil pemelihara masjid, di Masjid Istiqlal, Jakarta Minggu (26/1).
Jelas Wakil Presiden RI priode 2004-2009 ini dalam rilisnya, sasjid adalah sarana strategis yang butuh perhatian pemerintah, karena tempat umat beribadah dan menjalankan berbagai aktivitas. Kalau perhatian pemerintah kurang, bisa saja di masjid berkembang faham radikal yang bisa merepotkan pemerintah sendiri.
Mendengar sindiran JK, Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengaku malu karena institusi lain telah membuat MoU kerjasama di berbagai bidang dengan DMI, tapi Kementrian Agama RI sendiri malah belum. Kalau begitu, jawab Wamenag, insyaallah kata dia, pihaknya akan mengusulkan anggaran masjid dinaikkan, dan akan peduli dengan program dewan mesjid.
"Kami berterima kasih kepada Pak Jusuf Kalla, karena mau mengurus masjid. Di luar banyak tokoh, tapi tidak akrab dengan masjid seperti Pak Jusuf Kalla," kata Nasaruddin.
50 unit mobil pemelihara masjid yang baru diluncurkan, akan berkeliling menata sound system masjid di seluruh Indonesia agar tidak mendengung. Ini merupakan pekerjaan besar, kata JK. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 300 miliar untuk memperbaiki sound system 100 ribu masjid selama 3 tahunan.
Untuk menjalankan program ini, JK menunjuk Rudiantara, mantan Wakil Dirut Semen Gresik dan PLN sebagai Kordinator Program. Serta, Sofyan Djalil, mantan Menteri BUMN sebagai Penanggungjawab.
[rus]
BERITA TERKAIT: