Hadir pula ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta yang merupakan calon wirausaha muda.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan entrepreneurship atau kewirausahaan adalah pahlawan bisnis di negara ini. Mereka tidak lagi mencari kerja tetapi menciptakan pekerjaan dan peluang bagi orang lain.
"Entrepreneurs adalah pahlawan bisnis karena meraka bukan mencari pekerjaan tetapi menciptakan bisnis. Seorang entrepreneur punya banyak ide, kreatif, dan senang dengan terobosan-terobosan baru," kata Presiden SBY saat meresmikan pembukaan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) ke-4 Tahun 2014 di Istora Senayan, Jakarta.
Presiden menjelaskan para wirausahawan ini berperan besar dalam memajukan dan meningkatkan perekonomian Indonesia. Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan, maka semangat para wirausahawan harus ditingkatkan karena mereka tidak mencari kerja tetapi menciptakan pekerjaan untuk dirinya dan juga orang lain.
"Entrepreneur berani memulai. Mereka orang yang ulet, sabar. Mereka tidak mudah menyerah. Gagal, coba lagi; gagal, coba lagi. Bergabunglah dengan para entrepreneur," tutur SBY kepada para mahasiswa yang hadir.
Dalam kesempatan itu Presiden mempompa para calon wirausaha dan wirausaha pemula. Presiden berharap kalangan wirausaha muda nasional gigih memperjuangkan cita-cita dan tidak mudah menyerah.
Menurut Presiden, sebagai generasi penerus cita-cita bangsa wirausaha muda menjadi harapan bangsa yang dapat berkontribusi bagi pembangunan nasional, khususnya untuk membuka lapangan kerja baru di masa datang.
“Pengusaha muda terus berusaha dan mengembangkan sikap optimistis sehingga dapat menciptakan lapangan kerja di masa datang,†kata Presiden.
Di hadapan ribuan wirausaha muda, Presiden, mengungkapkan bahwa pemerintah tetap konsisten mendukung dari segi pendanaan, melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelanjutan roda usaha.
“Pemerintah akan tetap menyalurkan KUR. Sejak tahun 2007, pemerintah telah menyalurkan KUR senilai Rp 130 triliun kepada 10 juta penerima,†kata Presiden.
Dalam acara itu hadir Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Mendikbud Muhammad Nuh, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menpora Roy Suryo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindingan Anak (PP-PA) Linda Amalia Sari Gumelar, Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan Gubernur BI Agus Martowardojo
[dzk]
BERITA TERKAIT: