Tiba di Halim, SBY Langsung Terima Laporan Boediono soal Harga Elpiji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 05 Januari 2014, 11:11 WIB
Tiba di Halim, SBY Langsung Terima Laporan Boediono soal Harga Elpiji
sby/net
rmol news logo Setiba di Pangkalan Udara TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta pukul 10.30 WIB nanti, Presiden SBY akan menggelar rapat terbatas mendengar laporan Wapres Boediono dan berkoordinasi dengan Pertamina soal harga LPG yang tiba-tiba melonjak tinggi.

Seperti dikutip dari presidenri.go.id, kepulangan ini sekaligus mengakhiri rangkaian kunjungan kerja Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono dua hari di tiga kota di Jawa Timur, yakni Mojokerto, Jombang, dan Surabaya.

Kemarin SBY telah mengintruksikan Boediono dan  Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk memanggil Dirut PT. Pertamina Karen Agustiawan terkait kenaikan harga gas elpiji 12 Kg serta menjelaskannya kepada masyarakat.

Menurut SBY seperti dikutip dari akun twitter resminya, @SBYudhoyono (Minggu, 5/1), meski kenaikan harga itu kewenangan Pertamina dan tidak harus lapor kepada presiden, SBY menganggap pemerintah perlu tangani karena menyangkut rakyat banyak.

"Saya tahu BPK menyatakan ada kerugian Pertamina sekitar Rp 7 triliun, tetapi solusinya tidak otomatis menaikkan harganya sebesar 60%," ujar SBY.

Jelas kepala negara ini, kenaikan harga yang terlalu pesat akan meningkatkan harga barang dan jasa. Pada akhirnya rakyat kurang mampulah yang akan terbebani. Masih kata SBY, kebijakan yang membawa dampak luas ini juga tidak dikoordinasikan dengan baik dan persiapannya pun juga kurang

"Ini harusnya tidak boleh terjadi," tegas SBY. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA