Seperti dikutip dari
presidenri.go.id, kepulangan ini sekaligus mengakhiri rangkaian kunjungan kerja Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono dua hari di tiga kota di Jawa Timur, yakni Mojokerto, Jombang, dan Surabaya.
Kemarin SBY telah mengintruksikan Boediono dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk memanggil Dirut PT. Pertamina Karen Agustiawan terkait kenaikan harga gas elpiji 12 Kg serta menjelaskannya kepada masyarakat.
Menurut SBY seperti dikutip dari akun twitter resminya, @SBYudhoyono (Minggu, 5/1), meski kenaikan harga itu kewenangan Pertamina dan tidak harus lapor kepada presiden, SBY menganggap pemerintah perlu tangani karena menyangkut rakyat banyak.
"Saya tahu BPK menyatakan ada kerugian Pertamina sekitar Rp 7 triliun, tetapi solusinya tidak otomatis menaikkan harganya sebesar 60%," ujar SBY.
Jelas kepala negara ini, kenaikan harga yang terlalu pesat akan meningkatkan harga barang dan jasa. Pada akhirnya rakyat kurang mampulah yang akan terbebani. Masih kata SBY, kebijakan yang membawa dampak luas ini juga tidak dikoordinasikan dengan baik dan persiapannya pun juga kurang
"Ini harusnya tidak boleh terjadi," tegas SBY.
[rus]
BERITA TERKAIT: