SBY: Lonjakan Harga Elpiji Tidak Terkoordinasi dengan Baik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 05 Januari 2014, 10:25 WIB
SBY: Lonjakan Harga Elpiji Tidak Terkoordinasi dengan Baik
sby/net
rmol news logo Presiden SBY sudah mengetahui sebagian masyarakat menyoroti dan protes atas kebijakan PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kg.

Menurut SBY seperti dikutip dari akun twitter resminya, @SBYudhoyono (Minggu, 5/1), meski kenaikan harga iitu kewenangan Pertamina dan tidak harus lapor kepada presiden, SBY menganggap pemerintah perlu tangani karena menyangkut rakyat banyak.

"Saya tahu BPK menyatakan ada kerugian Pertamina sekitar Rp 7 triliun, tetapi solusinya tidak otomatis menaikkan harganya sebesar 60%.," ujar SBY.

Jelas kepala negara ini, kenaikan harga yang terlalu pesat akan meningkatkan harga barang dan jasa, dan pada akhirnya rakyat kurang mampulah yang akan terbebani. Masih kata SBY, kebijakan yang membawa dampak luas tersebut juga tidak dikoordinasikan dengan baik dan persiapannya pun juga kurang.

"Ini harusnya tidak boleh terjadi," tegasnya.

"Kemarin saya instruksikan Wapres (Boediono) pimpin rapat Kabinet untuk carikan solusi. Arahan saya: jangan sampai meningkatkan inflasi dan bebani rakyat," tambah SBY. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA