Meski belum optimal, teknologi yang dikembangkan dari konsep memadukan pesawat ringan dan speedboat ini sudah "berlayar" di permukaan air. Namun upaya terbang belum berhasil, karena kekurangan
power."Ini adalah terbang perdana. Meski belum optimal, tapi di permukaan air sudah sangat seimbang," ujar Direktur Institut Maritim Indonesia (IMI), Y. Paonganan, kepada wartawan di Ciputat, Tangerang Selatan, (Rabu, 18/12).
Flyingboat GEVER-OS yang dikendalikan
remote control saat berinteraksi berputar-putar di permukaan air berusaha lepas landas, namun beberapa kali usaha terbang tersebut tetap gagal. Meski demikian, model skala yang merupakan proses tahapan riset ini sudah berjalan dengan baik.
"Ini adalah salah satu tahapan. Kita berharap hingga April 2014 akan diluncurkan prototipenya," imbuhnya.
Jelas Paonganan, pihaknya terus berusaha maksimal menyempurnakan karya anak bangsa ini. Flyingboat GEVER-OS diharapkan bisa manjawab tantangan maritim Indonesia. Dengan demikian nantinya Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki wahana transportasi laut yang hemat bahan bakar, memiliki kecepatan tinggi di atas kecepatan perahu atau speedboat konvensional, serta mampu terbang di tas permukaan laut dalam ketinggian 150 meter.
"Prototipe Flyingboat GEVER-OS didesain untuk memenuhi masyarakat pantai, kepulauan, pengawasan wilayah pantai, mengatasi pencurian ikan, ambulans keliling, guru dan dokter antar pulau, pemetaan laut, serta wahana dalam penganggulangan bencana di laut dan kepulauan," tandasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: