Setya mengatakan ocehan Nazar bahwa dirinya diancam akan dibunuh karena rajin membongkar kasus korupsi hanyalah alat untuk mencari sensasi.
"Ngawur itu. Dia cari perhatian saja," ujar Setya sambil tertawa usai konferensi pers di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Jumat (13/12).
Namun begitu, Setya yang disebut Nazar terlibat korupsi proyek E KTP tak mau berkomentar lebih banyak soal tuduhan Nazar itu. Ia buru-buru masuk lift karena sudah ditunggu oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie beserta jajaran lain, yang sudah dahulu ada di dalam lift.
Berdasarkan penuturan di KPK, Jumat (6/12), Nazar mengaku hidupnya sedang terancam lantaran kerap menyebut nama Setya sebagai pihak yang terlibat dalam proyek e-KTP. Menurutnya, Setya dan Anas Urbaningrum adalah aktor utama dalam penyelewengan proyek tersebut.
"Novanto itu ancam saudara saya, apa yang diperiksa dia tahu semua. Apa kelakuan saya di Sukamiskin, dia tahu dan kalau saya buka lagi proyek e-KTP, saya mau dibunuh dia," kata Nazar.
[dem]