“Naik 18 kali sejak IPO (initial public offering) tahun 2003,†ujar Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Muhamad Ali di Jakarta hari ini.
Saat ini, kapitalisasi pasar BRI menempati urutan terbesar ke-6 setelah HM Sampoerna, Unilever, Telkom, BCA dan Astra dari 481 perusahaan terdaftar di BEI. Kapitalisasi pasar yang besar tersebut diikuti dengan volume transaksi harian yang mencapai 36 juta lembar saham per hari di sepanjang tahun 2013 ini. Hal ini mencerminkan besarnya tingkat ketertarikan investor terhadap saham BBRI, untuk sektor perbankan khususnya.
Menurut perseroan, peningkatan sebesar 18 kali itu tidak lepas dari apresiasi investor terhadap kinerja perusahaan. Sebagaimana diketahui bahwa laba bersih BBRI pada 2003 hanya sebesar Rp 2,58 triliun. Namun per September 2013 atau triwulan III/2013, BRI mencatatkan laba terbesar perbankan nasional yakni sebesar Rp 15,2 triliun.
“Sejak 2005, BRI itu sudah tradisi membukukan laba terbesar,†ujar Ali. Bahkan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih BRI setelah IPO tercatat 24,5%.
Ali juga menerangkan, kinclongnya kinerja saham BBRI tak lepas juga dari kinerja segmen kredit andalan perseroan yakni mikro. Penyaluran kredit mikro BRI pada 2003 hanya sebesar Rp 14,5 triliun, sementara per September 2013 kredit mikro BRI yang telah disalurkan mencapai Rp 128,1 triliun. Tercatat rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) penyaluran kredit mikro BRI pada 10 tahun terakhir yakni 25%.
“Ini merupakan dampak dari konsistensi BRI untuk tetap fokus dalam pengembangan bisnis mikro yang ditunjang oleh infrastruktur, sumberdaya manusia dan monitoring system yang kuat,†papar Ali
.[ikl]